Senin, 21 Maret 2011

Anak Yang Mau Menang Sendiri

Mau menang sendiri adalah perilaku anak yang tidak mau dan tidak bisa menerima “kekalahan”. Maksud dengan kekalahan disini adalah keadaan yang menyebabkan ia merasa tidak berhasil mencapai apa yang diinginkan meliputi hal-hal yang bersifat materi maupun non-materi.
Pada anak prasekolah yang menjadi sebab munculnya perilaku mau menang sendiri adalah pada saat bermain, bila ia ingin bermain suatu permainan yang kebetulan sedang dimainkan oleh temannya ia akan merebutnya.
Perilaku mau menang sendiri ini erat sekali dengan sifat iri hati/cemburu pada teman/orang lain dan belum atau tidak berkembangnya control diri pada anak.
Istilah boss sering digunakan pada anak yang mau menang sendiri. Terhadap orang dewasa (orang tua/orang dewasa lain disekitarnya)anak yang mau menang sendiri
juga cenderung memaksakan kehendaknya, minta sesuatu harus di dapat dengan segera. Bila tidak ia akan marah, menangis atau perilaku agresif bahkan destruktif (merusak). Sikap dan perilaku mau menang sendiri pada anak usia prasekolah masih dikatakan wajar, bila terjadi sekali-sekali. Anak usia ini sudah mulai dikenalkan dengan norma dan aturan yang berlaku di sekitarnya sehingga secara kognitif ia sudah tahu perilaku yang dikatakan baik dan buruk, mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan, namun penerapannya belum sesuai karena control dirinya masih dalam penguatan.

Ciri-ciri anak yang Mau Menang Sendiri :
1. Kurang mampu mengontrol diri/emosi.
2. Memiliki kecenderungan agresif.
3. Self esteem (harga diri) seolah-olah yang sangat tinggi.
4. Empati kurang berkembang.
5. Tidak mengikuti aturan dan bertindak semaunya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar